Sarasehan

Solusi dari Keluh Kesah Mahasiswa

Sarasehan, merupakan salah satu program kerja departemen Kesejahteraan Mahasiswa Bidang Pengabdian Mahasiswa. Program kerja ini terbagi menjadi dua yaitu sarasehan mahasiswa-mahasiswa dan sarasehan mahasiswa-dosen. Tujuan dari program kerja ini adalah menghimpun aspirasi dan keluh kesah mahasiswa dan menyalurkan aspirasi dan keluh kesah mahasiswa kepada dosen Pendidikan Kimia FKIP UNS.

Rabu, 3 Juni 2020 dilaksanakan Sarasehan Mahasiswa-Mahasiswa melalui media Google Meet. Dari Sarasehan tersebut terhimpun berbagai keluh kesah dari para mahasiswa. Berbeda seperti pada tahun-tahun sebelumnya yang membahas masalah fasilitas program studi, sarasehan kali ini lebih mengarah pada kinerja dosen dan permasalahan keringanan UKT. M. Khoirul Anam selaku ketua bidang Pengabdian Mahasiswa menurutkan keluh kesah yang terhimpun selama periode ini. “Kalau dari tahun ke tahun itu masalah fasilitas prodi. Kayak LCD yang nggak ada remotnya, AC, dan lainnya. Tapi nek khusus daring, itu kemarin masalah terutama kinerja dosen sama keringanan UKT,” ujarnya Sabtu, (23/01) melalui aplikasi WhatsApp.

Karena sejak pandemi, kegiatan perkuliahan dilaksanakan melalui daring, maka keluh kesah  mahasiswa lebih tertuju pada pembelajaran yang melibatkan dosen-dosen. Misalnya, ada beberapa dosen yang menggunakan banyak media untuk satu mata kuliah, seperti zoom meeting, kemudian pindah ke google classroom, dan WhatsApp. Terkadang juga ada beberapa dosen yang menghendaki untuk pembelajaran melalui video conference sedangkan mahasiswa belum mendapatkan bantuan kuota dari universitas maupun kemendikbud, gangguan sinyal juga menjadi kendala dalam perkuliahan daring ini. Selain itu, permasalahan lainnya terkait kinerja dosen dimana pembelajaran tidak sesuai dengan kontrak pembelajaran yang pernah disepakati di awal pertemuan.

Selain masalah kinerja dosen, para mahasiswa juga mengeluhkan mengenai UKT. Perkuliahan daring membuat mahasiswa berpendapat jika mereka tidak menggunakan fasilitas-fasilitas kampus, sehingga para mahasiswa menanyakan bagaimana penggunakan UKT tersebut, pun organisasi-organisasi di kampus juga melaksanakan kegiatan secara daring sehingga tidak terlalu banyak mengeluarkan dana.

Selanjutnya, aspirasi dan keluh kesah mahasiswa yang sudah terhimpun selama sarasehan mahasiswa-mahasiswa kemudian ditindaklanjuti melalui sarasehan mahasiswa-dosen yang diadakan pada Kamis, 4 Juni 2020 melalui Zoom Cloud Meetings. Dalam pertemuan itu, diskusi melibatkan mahasiswa dan dosen untuk menemukan jawaban dan juga solusi dari setiap keluhan yang diajukan. Hampir seluruh permasalahan telah mendapatkan solusi yang sesuai. Misalnya, pada pembelajaran menggunakan sistem sinkron dan asinkron, selain untuk tetap melibatkan mahasiswa secara aktif juga tetap mempertimbangkan kuota mahasiswa. Kemudian permasalahan UKT juga telah disampaikan oleh kaprodi kepada pimpinan fakultas. Walaupun mungkin masih ada beberapa permasalahan yang belum terselesaikan, dengan adanya sarasehan ini, baik mahasiswa maupun dosen saling memberikan solusi agar kedepannya lebih baik lagi.

Bagus Saputro selaku Ketua Umum HMP Kimia Kovalen periode 2020 ini juga bersyukur dengan diadakannya sarasehan dapat menampung aspirasi mahasiswa. “Alhamdulillah prodi sangat terbuka dan mau untuk menindaklanjuti masukan, saran, dan kritikan dari mahasiswa. Mahasiswa juga sangat aspiratif dalam menyuarakan hal-hal yang memang jadi keluhan selama pandemi,” ujar Bagus pada Sabtu,(23/01).

Vina Rusliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *